Jumat, Desember 23, 2022

1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4



KESIMPULAN

            CGP memiliki peran penting dalam menciptakan budaya positif di sekolah yaitu dengan cara menerapkan disipin positif. Disiplin positif merupakan sebuah model disiplin yang difokuskan pada perilaku positif murid agar menjadi pribadi yang penuh hormat dan bertanggung. murid yang memiliki disiplin positif memiliki motivasi internal dalam melakukan segala sesuatu sehingga memiliki dampak jangka panjang yang bagus dalam penguatan karakter murid. Penerapan budaya positif tidak bisa lepas dari konsep motivasi perilaku manusia (hukuman dan penghargaan). Setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang memiliki tujuan , jika seseorang melakukan sesuatu karena mengharapkan penghargaan dan menghindari tujuan maka orang tersebut belum dapat dikatakan memiliki budaya positif. Sebagai contoh seorang murid yang datang tepat waktu karena menghindari hukuman, dalam jangka pendek hukuman seakan-akan dapat mengontrol murid bersikap patuh terhadap aturan namun perilaku patuh tersebut bukan karena kesadaran dari dalam dirinya. Akibatnya sangat mungkin jika nanti ketika sudah tidak dalam lembaga sekolah lagi murid akan berperilaku sesuai kehendaknya. Manusia hanya bisa di kontrol oleh dirinya sendiri, jika orang lain terlihat mengontrol maka itu adalah hanya kontrol semu. Dalam kontrol restitusi yang memegang kontrol adalah diri sendiri. orang lain dalam hal ini guru hanya sebagai manager yang menawarkan dan memfasilitasi murid untuk dapat mengelola dirinya sendiri. Seseorang (murid) memiliki tujuan dalam setiap melakukan tindakan untuk itu perlu ada keyakinan sekolah atau kelas yang mendorong murid melakukan sesuatu karena dorongan instrinsik. Keyakinan sekolah atau kelas biasanya diambil dari nilai-nilai universal. Nilai-nilai tersebut akan diyakini oleh murid sebagai pegangan hidupnya dan jika guru mampu menempatkan diri sebagai manajer maka murid akan menerapkan disiplin positif pada dirinya, jika sebagian besar murid mampu menerapkan disiplin positif maka akan tercipta budaya positif di sekolah.

Keterkaitannya dengan materi sebelumnya yaitu 

Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, serta Visi Guru Penggerak. adalah :

Kaitan Budaya Positif dengan  Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Budaya positif sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Dalam Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dijelaskan mengenai pendidikan yang menuntun sesuai dengan kodrat anak. Dalam proses menuntun tersebut tentunya membutuhkan ekosistem pendidikan yang menerapkan budaya positif. 

Kaitan Budaya Positif dengan  Peran dan Nilai Guru Penggerak adalah

Pemahaman tentang budaya positif akan mendukung peran dan nilai guru penggerak dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Guru harus senantiasa menerapkan konsep inti budaya positif dalam mengaktualisasikan nilai dan peran yang dimilikinya. 

Kaitan Budaya Positif dengan  Visi Guru Penggerak

Dalam rangka mewujudkan visinya, seorang guru penggerak harus menerapkan budaya positif dalam prosesnya. Visi guru yang luar biasa akan mudah tercapai jika dirinya dan lingkungan pembelajarannya sudah menerapkan budaya positif. 


REFLEKSI


1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin positif, teori kontrol, teori motivasi, hukuman dan penghargaan, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?

            Disiplin Positif  lahir karena motivasi internal hal ini berkaitan dengan nilai-nilai universal yang diyakininya. Disiplin positif adalah pendekatan untuk menuntun kodrat anak agar berdaya dalam mengontrol diri dan menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu nilai-nilai kebajikan. seseorang yang memiliki disiplin positif akan dapat mengontrol dirinya sendiri . Dalam Teori Kontrol dijelaskan bahwa yang bisa mengontrol seseorang adalah dirinya sendiri. Seseorang akan melakukan sesuatu atau tidak tergantung dari dalam diri orang tersebut sesuai dengan motivasi pemenuhan dasar yang dimilikinya. Dalam teori motivasi dinyatakan Perilaku yang ditunjukkan manusia pasti memiliki motivasi dan tujuan. Motivasi dibagi menjadi dua, yakni motivasi internal dan eksternal. Motivasi internal adalah motivasi yang diinginkan oleh seseorang dalam rangka menghargai diri dnegan nilai yang diyakininya. Sementara itu, motivasi eksternal di antaranya adalah keinginan yang dilakukan dalam rangka menghindari ketidaknyamanan/hukuman atau ingin mendapatkan imbalan/penghargaan. Hukuman dan Penghargaan adalah salah satu cara mengontrol perilaku murid yang secara tidak langsung menghambat potensinya. Dalam jangka waktu tertentu, baik hukuman dan penghargaan. hukuman dan penghargaan memberikan dampak patuh dalam jangka pendek, tidak dalam jangka panjang karena tidak didorong dari dalam diri

                Ada lima Posisi Kontrol Guru yaitu : 1. Sebagai penghukum, 2. Sebagai pembuat rasa bersalah, 3. Sebagai pemantau, 4. sebagai teman 5. Sebagai manajer . Posisi yang positif adalah sebagai teman dan manajer namun posisi manajer adalah posisi yang terbaik. meskipun demikian guru bisa saja memposisikan diri sebagai pemantau jika murid tidak dapat diajak kerja sama. Sebagai seorang manajer guru harus memahami kebutuhan dasar manusia sehingga mampu menawarkan solusi sesuai kebutuhan murid. Lima kebutuhan dasar tersebut adalah  Kebutuhan bertahan hidup,  Kasih sayang dan rasa memiliki,  Kebebasan,  Kesenangan,  Penguasaan. Kebutuhan dasar manusia termasuk murid kita harus dipenuhi jika tidak murid akan berusaha memenuhi meskipun dengan cara yang salah . Misalnya ketika pelajaran murid bermain game, mungkin dia sedang memenuhi kebutuhan kesenangannya karena pelajaran tidak menyenangkan . 

                Seorang guru yang mengambil posisi manajer harus sudah memiliki keyakinan kelas bersama murid-muridnya. Keyakinan kelas adalah nilai-nilai kebajikan yang diyakini oleh warga kelas untuk menumbuhkan motivasi internal dan budaya positif di kelas. Ketika ada suatu permasalahan dengan murid guru bisa menerapkan Segitiga Restitusi Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka,sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka ingin menjadi (tujuan mulia), dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain. Segitiga Restitusi adalah alur untuk menegakkan keyakinan bersama di dalam kelas atau sekolah. Ada tiga unsur segitiga restitusi, yakni:

1)         Menstabilkan identitas

2)         Validasi tindakan yang salah

3)         Menanyakan keyakinan

Hal yang menarik di luar dugaan

Ada banyak hal yang menarik dan di luar dugaan yang saya temukan di modul. Hal ini membuat saya optimis dan bersemangat dengan adanya perubahan. Hal-hal tersebut diantaranya :

1. Makna disiplin yang ternyata tidak hanya fokus pada patuh terhadap aturan tapi lebih pada kesadaran internal karena keyakinan nilai universal

2. Ada lima posisi kontrol guru dalam menangani siswa yang bermasalah. Saat ini saya lebih banyak di posisi guru sebagai teman  Ke depannya saya akan selalu berusaha untuk menempatkan diri di posisi guru sebagai manajer. 

3. Segitiga restitusi adalah hal baru bagi saya dan saya menyukai konsep tersebut

4. Saya merasa bersemangat dan optimis dengan setiap materi yang disajikan di modul 

5. Perbedaan hukuman dan konsekuensi

6. teori kebutuhan manusia

7. keyakinan kelas dan kesepakatan kelas

8. langkah-langkah melakukan restitusi

2. Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda setelah mempelajari modul ini?

Paradigma saya berubah tentang hukuman , selama ini saya merasa tidak tega menghukum anak dan saya merasa saya salah karena tidak tegas tetapi setelah membaca modul ini hukumanpun juga tidak baik dalam jangka panjang. Ada cara yang lebih baik dari pada menghukum yaitu melakukan restitusi. 

Saya merasa menjadi teman bagi mereka sudah cukup tapi ternyata hanya efektif dalam jangka pendek.

Saya tidak tahu harus memulai dari mana untuk menciptakan budaya positif , sekarang saya memiliki gambaran dan optimis dapat melakukan perubahan meskipun secara perlahan-lahan

3. Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami terkait penerapan konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda?

Pengalaman saya adalah menangani permasalahan siswa dengan konsep sebagai teman sehingga kurang berdampak positif secara mendalam pada karakter murid. saya juga pernah membuat kesepakatan kelas namun belum pernah membuat keyakinan kelas

4. Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami hal-hal tersebut?

Perasaan saya ketika menangani murid bingung seperti apa penyelesaian yang terbaik, kasihan pada murid kemudian netral karena sudah memaafkan

5. Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah baik? Adakah yang perlu diperbaiki?

Konsep-konsep yang saya terapkan masih banyak kekurangan meskipun saya sudah berusaha berempati. (berusaha empati adalah hal baik) . perlu banyak perbaikan misalnya saja pada pembuatan keyakinan kelas, saya belum pernah membuat keyakinan kelas. Saya berencana untuk membuat keyakinan kelas pada kelas x pada awal masuk ajaran baru. Saya berencana mempraktekkan tentang keyakinan kelas ini dan membuat poster-poster kelas. Saya juga berencana berbagi pengalaman tentang praktik baik yang sudah saya lakukan pada komunitas dan teman sejawat.

6. Sebelum mempelajari modul ini, ketika berinteraksi dengan murid, berdasarkan 5 posisi kontrol, posisi manakah yang paling sering Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda saat itu? Setelah mempelajari modul ini,  posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa perbedaannya?

Sebelumnya saya menggunakan posisi teman, perasaan saya netral ketika sudah memaafkannya. Setelah mempelajari modul posisi saya manajer perasaan saya optimis. Perbedaannya anak merasa lebih terbantu menyelesaikan masalahnya dengan perasaan lega (setelah saya wawancara murid). Murid lebih optimis dan berusaha memperbaiki perilakunya. murid belajar untuk manajemen diri

7. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda mempraktekkannya?

Pernah, pada tahap memvalidasi kesalahan tetapi setelah itu tidak ada tahap selanjutnya hanya menasehati untuk tidak mengulangi saja. saya melakukannya dengan raut muka datar tanpa marah dan berusaha untuk memaafkan murid saya 

8. Selain konsep-konsep yang disampaikan dalam modul ini, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?

Ada, misalnya ajaran-ajaran agama yang menguatkan nilai-nilai murid sebagai upaya lebih menguatkan motivasi internal. Ilmu psikologi pendidikan yang membantu guru untuk memahami perilaku murid. Ilmu filsafat untuk belajar berfikir 


Jumat, Juli 22, 2022

KECERDASAN EMOSIONAL (catatan ngaji filsafat Dr Fahrudin faiz)

 Cerita 1

pentingnya emosi dalam hidup, perannya lebih besar dari iq

ada seorang mahasiswa barat cerdas luar biasa nilainya selalu sempurna, suatu ketika ada suatu peristiwa yang membalik hidupnya. ada seorang dosennya ya

ng memberi dia nilai A- , dia tidak terima karena dia merasa pekerjaannya sempurna. sangking marahnya dia pulang kerumah mengambil pistol dan menembak dosennya. semula orang-orang membangga-banggakan dia karena cerdas


cerita 2 (China)

dari Jengis Khan , dikenal memelihara burung elang. kemana-mana diikuti burung elang peliharaannya. suatu ketika dalam perjalanan dia kehausan dan mengambil air di sungai dengan wadahnya. tapi burungnya menyambar wadahnya sampai tumpah... sampai 3 x, yang keempat dia ambil air sambil ancang-ancang ambil pedangnya... dan menebasnya. begitu dia mengambil wadah airnya di sungai dia melihat bangkai ular beracun dan dia baru sadar bahwa elang tadi ingin menyelamatkannya bukan ingin mengganggunya.

emosi sering membuat kita salah dalam memutuskan

cerita 3 (Jepang)

samurai mendengar bahwa disuatu tempat ada guru yang sangat luar biasa, dia ingin nge tes guru tersebut. datanglah samurai ke tempat guru tersebut. samurai bertanya guru katanya anda ini pintar saya ingin tanya apa itu surga dan apa itu neraka ? " ah kalau orang sepertimu itu tidak pantas saya menjelaskannya, kamu ini seperti preman gini kok" kata guru itu marahlah si Samurai, matanya melotot

"masa saya tanya begitu saja jawabannya sangat nylekit, katanya orang pintar" kata samurai sambil marah-marah. trus kata gurunya " nah ini neraka. samurai takjub dengan jawaban gurunya.. terimakasih guru baru kali ini saya mendengar jawaban yang sangat cerdas " nah kalau yang ini surga " kata gurunya lagi. jadi surga dan neraka itu berhubungan dengan emosi

cerita 4 (MADINAH)

sayyidina Abu Bakar

suatu ketika dia sedang ngobrol dengan Rassulullah, tiba-tiba ada segerombolan orang datang dan memaki-maki abu bakar karena tidak suka dengan abu bakar. karena abu bakar orang baik maka abu bakar diam saja.. tidak menggubris dan balik marah. Rasuulullah pun trsenyum melihat sikap abu bakar segerombolan orang tersebut datang lagi dan memaki-maki lagi tapi abu bakar masih sabar. kemudian segerombolan orang tersebut pergi lagi dan ketiga kalinya mereka datang dan memaki-maki lagi, kali ini abu bakar sudah kehabisan kesabaran dan jengkel akhirnya abu bakar membalas memaki-maki. Rasulullah yang disampingnya yang semula tersenyum melihat abu bakar memaki-maki kemudian pergi meninggalkan Rasulullah. abu baka rpun mengejar Rasullulah dan bertanya " ya Rasullullah kenapa engkau tadi tersenyum-senyum ketika saya menjawab segerombolan orang tersebut engkau langsung pergi . Rasul pun berkata : " ketika tadi kamu bersabar malaikat hadir di sekelilingmu namun ketika kamu marah setan-setan yang datang


emosi bisa membalik nasib kita, menentukan keputusan kita, bisa menghadirkan malaikat atau setan

Kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi-emosi, banyak orang yang marah tapi tidak sadar kalau dia marah. bisa menjelaskan dirinya bahwa dia sedang marah, gembira , sedih. . paham emosinya dan menggunakan emosinya secara pas saat menata dirinya sendiri dan orang lain.


bagus untuk dirinya jelek untuk orang lain = Egois

jelek untuk dirinya bagus untuk orang lain = Altruis

cerdas emosi = seimbang dan paham ttg emosi2 dalam dirinya.


Daniel Goleman =emotional intelegent

otak

neocortex=berfikir, merenung, 

simbik sistem =emosi2

reptiliancomplex=insting

aspek reason bertemu dengan emosi

kecerdasan emosi=dorongan-dorongan emosi bawah sadar dikendalikan secara sadar. 


Perbedaan IQ dan EQ


IQ=relatif permanem, logika dan analisis, berperan sekitar 4 %

EQ- bisa dipelajari, dikembangkan, titik berat pada emosi analisis

Asumsi

1. Manusia itu 'merasa'dahulu sebelum berfikir dan bertindak  (amarah, sedih, takut, senang, cinta, jengkel)

kita menanggapi sesuatu yang pertama adalah emosi kita baru setelah itu pikiran kita

manusia disituasikan oleh emosi dan perasaan baru pikiran

2. respon pikiran terhadap yang dirasakan akan membuahkan perilaku

perilaku tersebut menjadi dasar performance dan profil emosional

adalah sangat mungkin mengubah respon terhadap apa yang dirasakannya

ciri-ciri

EQ RENDAH

1. Cenderung mencari kesalahan pada orang lain atas perasaannya yang negatif , dia tidak mampu mengontrol dirinya , kalau ada orang lain mampu menggelisahkan salah sendiri

2. tidak mampu mengungkapkan perasaannya

3. sering menyerang, mengkritik, menginterupsi, memberi cap tertentu pada orang lain, dia kesulitan empati mengerti perspektif orang lain\

4. suka memberi analisis rasional berlebihan, masih ingin mendominasi, menguasai, terlalu banyak ingin ngontrol

5. sering bohong tentang perasaannya (emosional dishonesty)

6. pendengar yang jelek, suka interupsi, debat setiap saat, menyela, kemampuan kontrol diri rendah

7. melebih-lebihkan /mengecil-kecilkan perasaan 9overthingking) mendramatisir hal-hal yang biasa saja

8. tidak peka perasaan orang lain

9. sering merasa insecure, berat minta maaf 

10. pesimis, suka mengeluh

11. kaku, tidak luwes, selalu membutuhkan aturan untuk merasa aman

12. relasi tidak harmonis dengan orang lain, mengganti dengan binatang kesayangan, benda koleksi dll

13. puas bila bisa menghina atau mengalahkan orang lain


EQ TINGGI

1. tidak takut mengungkapkan perasaan

2. tidak didominasi oleh rasa yang tidak menyenangkan seperti takut, khawatir malu, kecewa

3. mampu membaca komunikasi non verval

4. bertindak karena termotivasi secara intrinsik bukan terpaksa atau karena aturan

5. nyaman membicarakan perasaannya

6. mampu merenungi dirinya

7. 


5 kunci kecerdasan emosional

1. Self Awareness, sadar emosi (mampu mengenali emosinya dan juga efeknya), bisa memprediksi kalau kondisinya begini jadi begini

2. Self Regulation, ngontrol mengalahkan dorongan jiwa yang negatif

3.Motivation, melakukan sesuatu dari dalam bukan pamrih dari luar

4. Empathy, kemampuan kita berposisi menjadi orang lain

5. Sosial Skills, menata hubungan, membangun jaringan dengan orang lain, mudah bergaul, luwes, bisa masuk dan diterima dimana-mana


Indikator

1. Mengatasi stress, bertahan terhadap peristiwa peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur

2. mengendalikan diri, mampu menahan diri, menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

3. mengelola suasana hati seperti yang dia inginkan, cirinya tenang, batinnya sudah stabil

4. memotivasi diri

5. memahami orang lain lewat empati

6. mampu bergaul dengan baik, menyenangkan, tenggang rasa


4 kemampuan menuju kecerdasan emosional

                                            what i see                            what i do

personal competence             self awareness                    self managemen

sosial competence                  sosial awareness                relationship management


Kesadaran diri

1. mampu mengenali emosinya    

2. menerima dirinya apa adanya (kalau menyangkal tidak ada perbaikan)

3. percaya diri sesuai kenyataannya

4. mampu menertawakan diri            


Strategi

1. merenungi nilai-nilai hidup yang kita yakini

2. amati efek dari emosi yang kita lampiaskan

3. kenali apa atau siapa

4. kenali apa atau siapa yang bisa menekan tombol emosi kita

5. cari feedback yang bagus

6. cari teman yang dipercaya

7. tetapkan tujuan peningkatan pemahaman diri

8. jangan menunggu/menunda


self managemen

ciri

1. kemampuan mengontrol / mengarahkan dorongan dan mood yang buruk/merusak

2. berfikir sebelum bertindak

3. berintegritas, dapat dipercaya

4. terbuka terhadap masukan dan perubahan

5. mampu beradaptasi


strategi

1. kendalikan self talk, jangan sering2 bilang aku kok bodoh sekali, mensugesti secara negatif

2. hitung sampai 10, jika melakukan apa-apa pikir dulu, termasuk efeknya, untuk meredakan emosi

3. banyak senyum dan gembira

4. ambil pelajaran dari siapapun dan apapun yang kita temui, kesalahan jadi pelajaran sehingga kita tidak putus asa


sosial awareness

ciri

1. mampu berempati

2. mampu berorganisasi, diperintah mau, disuruh merintah mau

3. orientasi melayani, apa yang terbaik yang saya berikan pada orang lain

4. menjadi pendengar yang baik

strategi

1. senyum, salam, sapa, sopan, santun (adab), simbol kepedulian

2. walk in their shoes

3. tingkatkan kemampuan non verbal, membaca isyarat emosi dari orang lain, intonasi suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, gestur dll


relation management-tata hubungan

ciri

1. mampu menjalin hubungan dan jaringan

2. kemampuan menemukan dasar yang sama dan membangun kebersamaan (melihat samanya apa)

selalu ada alasan untuk hidup bersama dan rukun, fokus melihat samanya

3. persuasif, saling mempengaruhi dalam kebaikan dengan cara yang baik tanpa harus mendominasi/menyerang

4. komitmen, dedikasi, melayani


strategi

1. jujur, terbuka , memahami

2. mau menerima kritik, mengakui dan mau memperbaiki kesalahan

3. mengakui yang dirasakan orang lain, bagian dari empati

4. hargai setiap momen kebersamaan

5. tidak pelit


Mengembangkan kecerdasan emosional

1. mengenali diri tanpa henti (muhasabah)

2. pahami tujuan hidup kita

3. menegaskan perilaku yang ingin kita jaga

4. identifikasi perilaku yang ingin kita kembangkan

5. membiasakan diri dengan perilaku baru yang lebih baik

6. menelaan buah/efek dari apa yang kita lakukan



DANIEL GOLEMAN

"KALAU ENGKAU TIDAK MENGUASAI EMOSIMU, TIDAK SADAR TENTANG DIRIMU, TIDAK MAMPU MENATA TEKANAN EMOSIMU TIDAK MEMILIKI EMPATI DAN TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN YANG BAIK MAKA SEPINTAR APAPUN DIRIMU ENGKAU TIDAK AKAN DAPAT MELANGKAH JAUH"

ARISTOTELES

"SIAPAPUN BISA MARAH, ITU MUDAH. NAMUN MARAH KEPADA ORANG YANG TEPAT DENGAN KADAR YANG TEPAT, DIWAKTU YANG TEPAT, UNTUK TUJUAN YANG TEPAT DAN DENGAN CARA YANG TEPAT TIDAK DIMILIKI SETIAP ORANG DAN ITU TIDAK MUDAH"

BENJAMIN FRANKLIN

"APAPUN YANG DIMULAI DENGAN KEMARAHAN AKAN BERAKHIR DALAM RASA MALU"



                    




Kamis, Juli 21, 2022

Nasehat Ali Bin Abi Thalib




 Berikut ini adalah nasehat- nasehat Ali bin Abi Thalib yang penuh makna :



1. "Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya"


2." Hiduplah rendah hati tidak peduli berapa harta kekayaanmu"


3. " Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara"


4 " Jangan membuat keputusan saat sedang marah dan jangan pernah membuat janji saat sedang bahagia"


5 "sabar sesaat saja saat sedang marah akan menyelamatkan kita dari ribuan penyesalan"


6. "Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan di saat tiada orang yang melihatnya "


7. "Lebih baik diam sampai engkau diminta orang untuk berbicara daripada engkau terus berbicara sampai engkau di suruh orang untuk diam "


8. "Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup tapi yang paling pahit adalah berharap pada manusia"


9. "Jangan membenci siapapun tidak peduli seberapa banyak dia bersalah padamu"


10. "Ikatlah ilmu dengan menulis"



Kamis, Juli 07, 2022

Filsafat : STOIKISME QUOTES



Stoikisme Quotes

1. "Kekayaan bukanlah memiliki banyak harta tapi memiliki sedikit keinginan" Epictetus


2." Jika tidak benar, jangan lakukan jika tidak benar jangan katakan"Marcus Aurelius


3. " Hidup itu panjang jika kau tahu cara menjalaninya" Seneca


4. " Ketika kita tidak lagi mampu mengatasi situasi keadaan, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri"  Victor Frank"


5." Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan" Seneca


6. "Terkadang dalam hidup kita perllu beberapa hari buruk untuk menjaga yang baik dalam perspektif " Colleen Hoover


7. "Apapun yang bisa terjadi kapan saja bisa terjadi hari ini " Seneca


8."Sukses didasarkan pada kesediaan anda untuk bekerja keras tidak peduli rintangan yang menghalangi anda"David Goggins


9. Masalah hanya ada di pikiran manusia" Anthony de Mello


10. "Ingatlah semakin kita menghargai hal-hal yang berada diluar kendali kita, semakin sedikit kendali yang kita miliki " Epictetus


11. " Buat pikiran lebih tangguh dengan memaparkannya dengan kesulitan" Robert Greene


12." Apa yang paling kita takuti biasanya adalah yang paling perlu kita lakukan " Tim Ferris


13. "Manusia menakhlukkan dunia dengan menakhlukkan dirimya sendiri" Zeno of Citium


14. "Permata didak dapat dipoles tanpa gesekan, begitu pula manusia tidak dapat disempurnakan tanpa cobaa" Seneca


15. Jika apa yang kamu miliki tampaknya tidak cukup bagimu, maka meskipun kamu memiliki dunia, kamu masih akan sengsara" Seneca


16. "Ketika seseorang memiliki landasan hidup yang benar, mereka tidak perlu mencari persetujuan diluar diri mereka sendiri" Epictetus


17. "Seluruh masa depan terletak pada ketidakpastian: Hiduplah segera" Seneca


18. "Pengendalian diri adalah kekuatan, pikiran yang tenang adalah penguasaan, ketenangan adalah kekuatan " James Allen


19. "Apa yang harus anda lakukan ketika anda tidak menyukai sesuatu adalah mengubahnya. jika anda tidak dapat mengubahnya ubahlah cara anda memikirkannya, Jangan mengeluh"-Maya Angelou


20. Seni menjadi bijaksana adalah seni mengetahui apa yang harus diabaikan-William James


Kamis, April 21, 2022

BAHASA SEMESTA

 

Apakah Kamu termasuk orang yang percaya pada Tuhan ? atau apapun kamu menyebutnya tapi yang jelas kamu percaya ada kekuatan di luar dirimu yang sangat besar, yang memiliki kuasa atas jagat alam raya ini. Jika jawabannya “iya” maka tentu kamu pernah berkomunikasi dengan NYA. Kita biasanya  berkomunikasi melalui doa dan harapan. Pernahkah kamu berdoa tetapi tidak dikabulkan ? atau malah yang terjadi adalah kebalikan dari doa kamu ! Mungkin bahasa yang kamu gunakan untuk berdoa salah ? haah.. memang berdoa harus memakai bahasa tertentu ? bukannya Tuhan mengerti semua bahasa ?

Yup..memang benar  bahwa berdoa tidak harus memakai bahasa tertentu, kita bisa berdoa dengan bahasa apa saja,  tetapi proses pengabulan doa oleh mekanisme alam semesta ini (yang sudah diatur oleh Tuhan) tidak bisa merespon bahasa-bahasa yang ada di dunia. Maksudnya ? maksudnya semesta sebenarnya hanya bisa merespon doa kita menggunakan bahasa rasa. Di alam semesta ini ada hukum-hukum tuhan yang berlaku termasuk proses pengabulan doa. Misalnya kamu berdoa ingin selalu beruntung tetapi hati kamu selalu was-was dan takut sial , setiap hari kamu membayangkan kesialan maka alam semesta akan merespon rasa sial tersebut dan menganggap bahwa sial adalah yang kamu inginkan. Sebaliknya jika kamu berdoa ingin selalu beruntung dengan perasaan syukur, setiap hari kamu bahagia dan bersyukur maka rasa bahagia tersebut yang direspon oleh alam semesta. jadi ketika kamu berdoa , bukan hanya ucapan kamu saja yang mesti diperhatikan tetapi rasa apa yang muncul ketika kamu mengucapkan doa tersebut maka rasa itulah yang akan direspon.

Alam semesta tidak akan peduli dengan apa yang kamu ucapkan, apakah doamu itu menggunakan bahasa arab yang fasih dan susunan bahasa yang bagus atau bahasa inggris dengan grammar yang benar atau hanya dengan bahasa yang kamu gunakan sehari-hari. Yang direspon oleh alam semesta bukan bahasamu tetapi rasa yang kamu pancarkan ketika kamu berdoa. Maka kalau kamu hendak berdoa maka berdoalah dengan rasa. Berdoa itu bukan hanya ketika kamu mengangkat tanganmu tetapi suasana hatimu setiap saat adalah doa, jika suasana hatimu kacau , sedih, frustasi maka alam semesta akan mendeteksi dan memberikan kejadian yang akan membuat hatimu seperti itu. Sebaliknya jika suasana hatimu  senang, bersyukur maka alam semesta juga akan mendeteksi dan mendatangkan kejadian-kejadian yang membuat kamu semakin senang dan bersyukur. Makanya dalam agama kita diperintahkan untuk selalu bersyukur karena dengan bersyukur nikmat kita akan di tambah.  Alam semesta tidak menggunakan bahasa manusia tetapi menggunakan bahasa rasa.. bagaimana bestie mulai sekarang perbaiki dulu suasana hati kalian