Jumat, Juli 22, 2022

KECERDASAN EMOSIONAL (catatan ngaji filsafat Dr Fahrudin faiz)

 Cerita 1

pentingnya emosi dalam hidup, perannya lebih besar dari iq

ada seorang mahasiswa barat cerdas luar biasa nilainya selalu sempurna, suatu ketika ada suatu peristiwa yang membalik hidupnya. ada seorang dosennya ya

ng memberi dia nilai A- , dia tidak terima karena dia merasa pekerjaannya sempurna. sangking marahnya dia pulang kerumah mengambil pistol dan menembak dosennya. semula orang-orang membangga-banggakan dia karena cerdas


cerita 2 (China)

dari Jengis Khan , dikenal memelihara burung elang. kemana-mana diikuti burung elang peliharaannya. suatu ketika dalam perjalanan dia kehausan dan mengambil air di sungai dengan wadahnya. tapi burungnya menyambar wadahnya sampai tumpah... sampai 3 x, yang keempat dia ambil air sambil ancang-ancang ambil pedangnya... dan menebasnya. begitu dia mengambil wadah airnya di sungai dia melihat bangkai ular beracun dan dia baru sadar bahwa elang tadi ingin menyelamatkannya bukan ingin mengganggunya.

emosi sering membuat kita salah dalam memutuskan

cerita 3 (Jepang)

samurai mendengar bahwa disuatu tempat ada guru yang sangat luar biasa, dia ingin nge tes guru tersebut. datanglah samurai ke tempat guru tersebut. samurai bertanya guru katanya anda ini pintar saya ingin tanya apa itu surga dan apa itu neraka ? " ah kalau orang sepertimu itu tidak pantas saya menjelaskannya, kamu ini seperti preman gini kok" kata guru itu marahlah si Samurai, matanya melotot

"masa saya tanya begitu saja jawabannya sangat nylekit, katanya orang pintar" kata samurai sambil marah-marah. trus kata gurunya " nah ini neraka. samurai takjub dengan jawaban gurunya.. terimakasih guru baru kali ini saya mendengar jawaban yang sangat cerdas " nah kalau yang ini surga " kata gurunya lagi. jadi surga dan neraka itu berhubungan dengan emosi

cerita 4 (MADINAH)

sayyidina Abu Bakar

suatu ketika dia sedang ngobrol dengan Rassulullah, tiba-tiba ada segerombolan orang datang dan memaki-maki abu bakar karena tidak suka dengan abu bakar. karena abu bakar orang baik maka abu bakar diam saja.. tidak menggubris dan balik marah. Rasuulullah pun trsenyum melihat sikap abu bakar segerombolan orang tersebut datang lagi dan memaki-maki lagi tapi abu bakar masih sabar. kemudian segerombolan orang tersebut pergi lagi dan ketiga kalinya mereka datang dan memaki-maki lagi, kali ini abu bakar sudah kehabisan kesabaran dan jengkel akhirnya abu bakar membalas memaki-maki. Rasulullah yang disampingnya yang semula tersenyum melihat abu bakar memaki-maki kemudian pergi meninggalkan Rasulullah. abu baka rpun mengejar Rasullulah dan bertanya " ya Rasullullah kenapa engkau tadi tersenyum-senyum ketika saya menjawab segerombolan orang tersebut engkau langsung pergi . Rasul pun berkata : " ketika tadi kamu bersabar malaikat hadir di sekelilingmu namun ketika kamu marah setan-setan yang datang


emosi bisa membalik nasib kita, menentukan keputusan kita, bisa menghadirkan malaikat atau setan

Kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi-emosi, banyak orang yang marah tapi tidak sadar kalau dia marah. bisa menjelaskan dirinya bahwa dia sedang marah, gembira , sedih. . paham emosinya dan menggunakan emosinya secara pas saat menata dirinya sendiri dan orang lain.


bagus untuk dirinya jelek untuk orang lain = Egois

jelek untuk dirinya bagus untuk orang lain = Altruis

cerdas emosi = seimbang dan paham ttg emosi2 dalam dirinya.


Daniel Goleman =emotional intelegent

otak

neocortex=berfikir, merenung, 

simbik sistem =emosi2

reptiliancomplex=insting

aspek reason bertemu dengan emosi

kecerdasan emosi=dorongan-dorongan emosi bawah sadar dikendalikan secara sadar. 


Perbedaan IQ dan EQ


IQ=relatif permanem, logika dan analisis, berperan sekitar 4 %

EQ- bisa dipelajari, dikembangkan, titik berat pada emosi analisis

Asumsi

1. Manusia itu 'merasa'dahulu sebelum berfikir dan bertindak  (amarah, sedih, takut, senang, cinta, jengkel)

kita menanggapi sesuatu yang pertama adalah emosi kita baru setelah itu pikiran kita

manusia disituasikan oleh emosi dan perasaan baru pikiran

2. respon pikiran terhadap yang dirasakan akan membuahkan perilaku

perilaku tersebut menjadi dasar performance dan profil emosional

adalah sangat mungkin mengubah respon terhadap apa yang dirasakannya

ciri-ciri

EQ RENDAH

1. Cenderung mencari kesalahan pada orang lain atas perasaannya yang negatif , dia tidak mampu mengontrol dirinya , kalau ada orang lain mampu menggelisahkan salah sendiri

2. tidak mampu mengungkapkan perasaannya

3. sering menyerang, mengkritik, menginterupsi, memberi cap tertentu pada orang lain, dia kesulitan empati mengerti perspektif orang lain\

4. suka memberi analisis rasional berlebihan, masih ingin mendominasi, menguasai, terlalu banyak ingin ngontrol

5. sering bohong tentang perasaannya (emosional dishonesty)

6. pendengar yang jelek, suka interupsi, debat setiap saat, menyela, kemampuan kontrol diri rendah

7. melebih-lebihkan /mengecil-kecilkan perasaan 9overthingking) mendramatisir hal-hal yang biasa saja

8. tidak peka perasaan orang lain

9. sering merasa insecure, berat minta maaf 

10. pesimis, suka mengeluh

11. kaku, tidak luwes, selalu membutuhkan aturan untuk merasa aman

12. relasi tidak harmonis dengan orang lain, mengganti dengan binatang kesayangan, benda koleksi dll

13. puas bila bisa menghina atau mengalahkan orang lain


EQ TINGGI

1. tidak takut mengungkapkan perasaan

2. tidak didominasi oleh rasa yang tidak menyenangkan seperti takut, khawatir malu, kecewa

3. mampu membaca komunikasi non verval

4. bertindak karena termotivasi secara intrinsik bukan terpaksa atau karena aturan

5. nyaman membicarakan perasaannya

6. mampu merenungi dirinya

7. 


5 kunci kecerdasan emosional

1. Self Awareness, sadar emosi (mampu mengenali emosinya dan juga efeknya), bisa memprediksi kalau kondisinya begini jadi begini

2. Self Regulation, ngontrol mengalahkan dorongan jiwa yang negatif

3.Motivation, melakukan sesuatu dari dalam bukan pamrih dari luar

4. Empathy, kemampuan kita berposisi menjadi orang lain

5. Sosial Skills, menata hubungan, membangun jaringan dengan orang lain, mudah bergaul, luwes, bisa masuk dan diterima dimana-mana


Indikator

1. Mengatasi stress, bertahan terhadap peristiwa peristiwa buruk dan situasi penuh tekanan tanpa menjadi hancur

2. mengendalikan diri, mampu menahan diri, menunda kesenangan sesaat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

3. mengelola suasana hati seperti yang dia inginkan, cirinya tenang, batinnya sudah stabil

4. memotivasi diri

5. memahami orang lain lewat empati

6. mampu bergaul dengan baik, menyenangkan, tenggang rasa


4 kemampuan menuju kecerdasan emosional

                                            what i see                            what i do

personal competence             self awareness                    self managemen

sosial competence                  sosial awareness                relationship management


Kesadaran diri

1. mampu mengenali emosinya    

2. menerima dirinya apa adanya (kalau menyangkal tidak ada perbaikan)

3. percaya diri sesuai kenyataannya

4. mampu menertawakan diri            


Strategi

1. merenungi nilai-nilai hidup yang kita yakini

2. amati efek dari emosi yang kita lampiaskan

3. kenali apa atau siapa

4. kenali apa atau siapa yang bisa menekan tombol emosi kita

5. cari feedback yang bagus

6. cari teman yang dipercaya

7. tetapkan tujuan peningkatan pemahaman diri

8. jangan menunggu/menunda


self managemen

ciri

1. kemampuan mengontrol / mengarahkan dorongan dan mood yang buruk/merusak

2. berfikir sebelum bertindak

3. berintegritas, dapat dipercaya

4. terbuka terhadap masukan dan perubahan

5. mampu beradaptasi


strategi

1. kendalikan self talk, jangan sering2 bilang aku kok bodoh sekali, mensugesti secara negatif

2. hitung sampai 10, jika melakukan apa-apa pikir dulu, termasuk efeknya, untuk meredakan emosi

3. banyak senyum dan gembira

4. ambil pelajaran dari siapapun dan apapun yang kita temui, kesalahan jadi pelajaran sehingga kita tidak putus asa


sosial awareness

ciri

1. mampu berempati

2. mampu berorganisasi, diperintah mau, disuruh merintah mau

3. orientasi melayani, apa yang terbaik yang saya berikan pada orang lain

4. menjadi pendengar yang baik

strategi

1. senyum, salam, sapa, sopan, santun (adab), simbol kepedulian

2. walk in their shoes

3. tingkatkan kemampuan non verbal, membaca isyarat emosi dari orang lain, intonasi suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, gestur dll


relation management-tata hubungan

ciri

1. mampu menjalin hubungan dan jaringan

2. kemampuan menemukan dasar yang sama dan membangun kebersamaan (melihat samanya apa)

selalu ada alasan untuk hidup bersama dan rukun, fokus melihat samanya

3. persuasif, saling mempengaruhi dalam kebaikan dengan cara yang baik tanpa harus mendominasi/menyerang

4. komitmen, dedikasi, melayani


strategi

1. jujur, terbuka , memahami

2. mau menerima kritik, mengakui dan mau memperbaiki kesalahan

3. mengakui yang dirasakan orang lain, bagian dari empati

4. hargai setiap momen kebersamaan

5. tidak pelit


Mengembangkan kecerdasan emosional

1. mengenali diri tanpa henti (muhasabah)

2. pahami tujuan hidup kita

3. menegaskan perilaku yang ingin kita jaga

4. identifikasi perilaku yang ingin kita kembangkan

5. membiasakan diri dengan perilaku baru yang lebih baik

6. menelaan buah/efek dari apa yang kita lakukan



DANIEL GOLEMAN

"KALAU ENGKAU TIDAK MENGUASAI EMOSIMU, TIDAK SADAR TENTANG DIRIMU, TIDAK MAMPU MENATA TEKANAN EMOSIMU TIDAK MEMILIKI EMPATI DAN TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN YANG BAIK MAKA SEPINTAR APAPUN DIRIMU ENGKAU TIDAK AKAN DAPAT MELANGKAH JAUH"

ARISTOTELES

"SIAPAPUN BISA MARAH, ITU MUDAH. NAMUN MARAH KEPADA ORANG YANG TEPAT DENGAN KADAR YANG TEPAT, DIWAKTU YANG TEPAT, UNTUK TUJUAN YANG TEPAT DAN DENGAN CARA YANG TEPAT TIDAK DIMILIKI SETIAP ORANG DAN ITU TIDAK MUDAH"

BENJAMIN FRANKLIN

"APAPUN YANG DIMULAI DENGAN KEMARAHAN AKAN BERAKHIR DALAM RASA MALU"



                    




Kamis, Juli 21, 2022

Nasehat Ali Bin Abi Thalib




 Berikut ini adalah nasehat- nasehat Ali bin Abi Thalib yang penuh makna :



1. "Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya"


2." Hiduplah rendah hati tidak peduli berapa harta kekayaanmu"


3. " Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara"


4 " Jangan membuat keputusan saat sedang marah dan jangan pernah membuat janji saat sedang bahagia"


5 "sabar sesaat saja saat sedang marah akan menyelamatkan kita dari ribuan penyesalan"


6. "Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan di saat tiada orang yang melihatnya "


7. "Lebih baik diam sampai engkau diminta orang untuk berbicara daripada engkau terus berbicara sampai engkau di suruh orang untuk diam "


8. "Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup tapi yang paling pahit adalah berharap pada manusia"


9. "Jangan membenci siapapun tidak peduli seberapa banyak dia bersalah padamu"


10. "Ikatlah ilmu dengan menulis"