Kegiatan 2 , Kelas XI semester 2
1. Baca materi dibawah ini dengan cermat !
2. Kerjakan soal dibawahnya dengan mengacu pada bacaan
3. Materi dan lembar kerja juga bisa di download 👇
DOWNLOAD MATERI DAN LEMBAR KERJA
Peran
Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Organisasi Internasional
Ketika masa pandemi ini kalian sering mendengar organisasi WHO memberikan pernyataan di media, siapa sih WHO itu ? yupp benar WHO adalah salah satu organisasi Internasional dibawah naungan PBB. Apa yang kalian bayangkan
ketika mendengar istilah organisasi internasional? Pernahkah kalian menganggap
bahwa organisasi internasional itu adalah organisasi sosial? Jika pernah,
anggapan kalian itu tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Organisasi
internasional mempunyai berbagai macam corak. Ada yang bercorak politis,
sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Apa sebenarnya organisasi
internasional itu?
Secara umum organisasi internasional dapat
diartikan sebagai organisasi yang berkedudukan sebagai subjek hukum
internasional dan mempunyai kapasitas untuk membuat perjanjian internasional.
Karena merupakan subjek hukum internasional, organisasi internasional mempunyai
hak dan kewajiban yang ditetapkan dalam konvensi-konvensi internasional.
Organisasi internasional pada umumnya beranggotakan
negara-negara. Akan tetapi, meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan
organisasi internasional terdiri dari berbagai badan hukum atau badan usaha,
bergantung dari sifat organisasi tersebut. Bagaimana keterlibatan bangsa
Indonesia dalam organisasi Internasional?
Indonesia terlibat dalam berbagai organisasi
internasional. Hal tersebut sebagai perwujudan dari komitmen bangsa Indonesia
dalam menciptakan perdamaian dunia. Nah, untuk menambah wawasan kalian, berikut
dipaparkan peran Indonesia dalam beberapa organisasi Internasional.
1. Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB)
Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada
tanggal 28 September 1950 dengan suara bulat dari para negara anggota. Hal
tersebut terjadi kurang dari setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda
melalui Konferensi Meja Bundar. Indonesia dan PBB memiliki keterikatan sejarah
yang kuat mengingat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945,
tahun yang sama ketika PBB didirikan. Sejak tahun itu pula PBB secara konsisten
mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri.
Peran PBB terhadap indonesia pada masa revolusi fisik cukup besar seperti
ketika terjadi agresi Militer Belanda I, Indonesia dan Australia mengusulkan
agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang umum PBB. Selanjutnya, PBB
membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan
Renville. Ketika terjadi Agresi militer Belanda II, PBB membentuk UNCI yang
mempertemukan Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem Royen.
Pemerintah RI mengutus Lambertus Nicodemus Palar sebagai
Wakil Tetap RI yang pertama di PBB. Duta Besar Palar bahkan telah memiliki
peran besar dalam usaha mendapatkan pengakuan internasional terhadap
kemerdekaan Indonesia pada
saat konflik antara Belanda dan Indonesia. duta Besar
Palar memperdebatkan posisi kedaulatan Indonesia di PBB dan di Dewan Keamanan.
Pada saat itu palar hanya sebagai “peninjau” di PBB karena Indonesia belum
menjadi anggota pada saat itu. Pada saat berpidato di muka Sidang Majelis Umum
PBB ketika Indonesia diterima sebagai anggota PBB, Duta Besar Palar berterima
kasih kepada para pendukung Indonesia dan berjanji bahwa Indonesia akan
melaksanakan kewajibannya sebagai anggota PBB. Posisi Wakil Tetap RI dijabatnya
hingga tahun 1953.
Sebagai negara anggota PBB, Indonesia terdaftar
dalam beberapa lembaga di bawah naungan PBB. Misalnya, ECOSOC (Dewan Ekonomi
dan Sosial), ILO (Organisasi Buruh Internasional), maupun FAO (Organisasi
Pangan dan Pertanian). Salah satu prestasi Indonesia di PBB adalah saat Menteri
Luar Negeri Adam Malik menjabat sebagai ketua sidang Majelis Umum PBB untuk
masa sidang tahun 1974.
Indonesia juga terlibat langsung dalam pasukan perdamaian
PBB. Dalam hal ini Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda untuk mengemban misi
perdamaian PBB di berbagai negara yang mengalami konflik. Pencapaian Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB adalah
ketika pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode
1974-1975. Indonesia terpilih untuk kedua kalinya menjadi anggota tidak tetap
DK PBB untuk periode 1995-1996. Dalam keanggotaan Indonesia di DK PBB pada
periode tersebut, Wakil Tetap RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi
Presiden DK-PBB. Terakhir, Indonesia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai
anggota tidak tetap DK PBB untuk masa bakti 2007-2009. Proses pemilihan
dilakukan Majelis Umum PBB melalui pemungutan suara dengan perolehan 158 suara
dukungan dari keseluruhan 192 negara anggota yang memiliki hak pilih.
Di Komisi Hukum Internasional PBB/International
Law Commission (ILC), Indonesia mencatat prestasi dengan terpilihnya mantan
Menlu Mochtar Kusumaatmadja sebagai anggota ILC pada periode 1992-2001. Pada
pemilihan terakhir yang berlangsung pada Sidang Majelis Umum PBB ke-61, Duta
Besar Nugroho Wisnumurti terpilih sebagai anggota ILC periode 2007-2011,
setelah bersaing dengan 10 kandidat lainnya dari Asia, dan terpilih kembali
untuk masa tugas 2012-2016.
Indonesia merupakan salah satu anggota pertama
Dewan HAM dari 47 negara anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006.
Indonesia kemudian terpilih kembali menjadi anggota Dewan HAM untuk periode
2007-2010 melalui dukungan 165 suara negara anggota PBB.
2. Peran Indonesia dalam ASEAN (Association of
South East Asian Nation)
Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara
khususnya dan dunia umumnya, menyadari pentingnya hubungan kerja sama dengan
negara-negara lain di berbagai belahan bumi. Hal ini sesuai dengan yang tertuang
dalam tujuan negara sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu
ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Indonesia banyak
berperan aktif dalam berbagai organisasi internasional, terutama di kawasan
Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja sama bilateral dengan
beberapa negara secara khusus. Dalam menjalin hubungan internasional, Indonesia
menggunakan politik luar negeri yang bebas aktif. Bebas, artinya bangsa
Indonesia bebas menentukan sikap yang berkaitan dengan dunia internasional.
Aktif, artinya Indonesia berperan serta secara aktif dalam memperjuangkan
terciptanya perdamaian dunia dan berpartisipasi dalam mengatasi ketegangan
internasional.
Indonesia adalah negara terbesar di AsiaTenggara
dan memegang peranan penting dalam hal keamanan dan stabilitas di Asia
Tenggara. Indonesia mempunyai peranan besar dalam membentuk kesepakatan untuk
menciptakan stabilitas regional dan perdamaian. Misalnya, Indonesia telah
mengambil peran utama dalam membantu proses pemulihan kembali demokrasi di
Kamboja. Selain itu, Indonesia menjadi perantara dalam perdamaian di Filipina
Selatan.
Indonesia sangat berperan aktif dalam organisasi
ASEAN. Sebagai sesama negara dalam satu kawasan, satu ras, satu rumpun,
hubungan negara-negara di AsiaTenggara seperti layaknya kakak beradik.
Menyadari akan hal itu, Indonesia menjadi salah satu negara pemrakarsa
berdirinya ASEAN. Peran Indonesia dalam ASEAN hingga saat ini tidak pernah surut.
Bahkan, ASEAN menjadi prioritas utama dalam politik luar negeri Indonesia.
Indonesia selalu aktif berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan Konferensi
Tingkat Tinggi (KTT) atau pertemuan-pertemuan ASEAN. Indonesia sering menjadi
tuan rumah dalam acara-acara penting ASEAN. Di antaranya adalah sebagai berikut.
a. KTT ASEAN pertama
KTT ini diselenggarakan di Bali pada tanggal 24
Februari 1976. Dalam KTT ini dihasilkan dua dokumen penting ASEAN.
1). Deklarasi ASEAN Bali Concord I, berisi
berbagai program yang akan menjadi kerangka kerja sama ASEAN selanjutnya. Kerja
sama ini meliputi bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan.
2). Perjanjian persahabatan dan kerja sama. Dalam
perjanjian ini disepakati prinsip-prinsip dasar dalam hubungan satu sama lain.
Prinsip ini antara lain tidak campur tangan urusan dalam negeri satu sama lain,
menyelesaikan perselisihan dengan cara damai, dan menolak penggunaan ancaman/
kekerasan.
b. Pertemuan informal pemimpin negara ASEAN
pertama.
Pertemuan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal
30 November 1996. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan yang
dihasilkan dalam KTT ke-5 ASEAN di Bangkok pada bulan Desember 1995.
c. KTT ASEAN kesembilan
KTT kesembilan diselenggarakan di Bali tanggal 7
Oktober 2003. Dalam KTT ini dihasilkan Deklarasi ASEAN Bali Concord II, sebagai
kelanjutan dari Bali Concord I 1976. Bali Concord II berfungsi memperkuat Visi
ASEAN 2020. Dalam Bali Concord II ditetapkan Komunitas ASEAN yang didasarkan
atas tiga pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN
(AEC), dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC).
Negara-negara ASEAN menyepakati gedung sekretariat
ASEAN bertempat di Jakarta. Di gedung inilah Sekretaris Jenderal ASEAN
bertugas. Tiga orang tokoh dari Indonesia yang pernah menjabat sebagai
Sekretaris Jenderal ASEAN adalah H. R. Dharsono (1977-1978), Umarjadi
Nyotowijono (1978-1979), dan Rusli Noor (1989-1992).
3. Peran Serta Indonesia dalam Gerakan Non-Blok
Bagi Indonesia, Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan
wadah yang tepat bagi negara-negara berkembang untuk memperjuangkan
cita-citanya dan untuk itu Indonesia senantiasa berusaha secara konsisten dan
aktif membantu berbagai upaya kearah pencapaian tujuan dan prinsip-prinsip
Gerakan Non-Blok.
GNB mempunyai arti yang khusus bagi bangsa
Indonesia yang dapat dikatakan lahir sebagai negara netral, yang tidak memihak.
Hal tersebut tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala
bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Selain itu,
diamanatkan pula bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kedua mandat
tersebut juga merupakan falsafah dasar GNB.
Sesuai dengan politik luar negeri yang bebas dan
aktif, Indonesia memilih untuk menentukan jalannya sendiri dalam upaya membantu
tercapainya perdamaian dunia dengan mengadakan persahabatan dengan segala
bangsa.
Sebagai perwujudan dari politik luar negeri yang
bebas dan aktif, selain sebagai salah satu negara pendiri GNB, Indonesia juga
senantiasa setia dan memegang teguh prinsip-prinsip dan aspirasi GNB. Sikap ini
secara konsisten ditunjukkan Indonesia dalam kiprahnya pada masa kepemimpinan
Indonesia pada tahun 1992–1995.
Selama tiga tahun dipimpin Indonesia, banyak
kalangan menyebut GNB berhasil memainkan peran penting dalam percaturan politik
global. Lewat Jakarta Message, Indonesia memberi warna baru pada gerakan ini
dengan meletakkan titik berat kerja sama pada pembangunan ekonomi. Akan tetapi,
meskipun demikian, politik dan keamanan negara-negara sekitar tetap menjadi
perhatian. Dengan kontribusi positifnya selama ini, Indonesia dipercaya untuk
turut menyelesaikan berbagai konflik regional, antara lain konflik
berdarah di Kamboja, gerakan
separatis Moro di Filipina, dan sengketa di Laut Cina Selatan.
Meskipun sekarang Indonesia tidak lagi menjabat
sebagai pimpinan GNB, namun tidak berarti bahwa penanganan oleh Indonesia
terhadap berbagai permasalahan penting GNB akan berhenti atau mengendur.
Sebagai anggota GNB, Indonesia akan tetap berupaya menyumbangkan peranannya
untuk kemajuan GNB dimasa yang akan datang dengan mengoptimalkan pengalaman
yang telah didapat selama menjadi Ketua GNB
💪
Pilihan Ganda
1. 1. Bagaimana Peran PBB terhadap indonesia pada
masa revolusi fisik yaitu ketika terjadi agresi Militer Belanda II …
A.
PBB
membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan
Renville.
B.
PBB
membentuk UNCI yang mempertemukan Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem
Royen.
C.
Australia
mengusulkan agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang umum PBB
D.
Pemerintah RI mengutus Lambertus Nicodemus
Palar sebagai Wakil Tetap RI yang pertama di PBB.
E.
PBB
membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan
Roem Royen
Pilihan Ganda Komplek (PGK)
2.
Perhatikan
pernyataan berikut.
Tentukan benar atau salah!
|
No
|
Pernyataan
|
Pilihan
|
|
Benar
|
Salah
|
|
1
|
Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB sebanyak tiga
kali
|
|
|
|
2
|
Indonesia merupakan salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47
negara anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006.
|
|
|
|
3
|
Dalam menjalin hubungan internasional, Indonesia menggunakan politik
luar negeri yang bebas aktif. Bebas, artinya bangsa Indonesia bebas
menentukan sikap yang berkaitan dengan dunia internasional. Aktif, artinya
Indonesia berperan serta secara aktif dalam ikut mengurus semua konflik dalam
negeri di setiap Negara di dunia.
|
|
|
|
4
|
Indonesia adalah negara terbesar di AsiaTenggara dan memegang peranan
penting dalam hal keamanan dan stabilitas di Asia Tenggara.
|
|
|
|
5
|
Ada dua orang tokoh dari Indonesia yang pernah menjabat sebagai
Sekretaris Jenderal ASEAN adalah H. R. Dharsono (1977-1978)), dan Rusli Noor
(1989-1992).
|
|
|
Isian Singkat (IS)
3. GNB berhasil
memainkan peran penting dalam percaturan politik global. Lewat ………………..,
Indonesia memberi warna baru pada gerakan ini dengan meletakkan titik berat
kerja sama pada pembangunan ekonomi.
Uraian/Esay (U)
4. Bagaimana
menurutmu sikap Indonesia yang akan tetap berupaya menyumbangkan peranannya
untuk kemajuan GNB dimasa yang akan datang dengan mengoptimalkan pengalaman
yang telah didapat selama menjadi Ketua GNB ? Jelaskan
Menjodohkan (MJD)
1. Perhatikan pernyataan 1 dan 2 berikut.
Tentukan pasangan pernyataan-1 dari
pernyataan-2 yang tepat!
|
Pernyataan-1
|
Pernyataan-2
|
|
a. Gerakan Non-Blok (GNB)
|
(1) diselenggarakan di Bali pada tanggal 24 Februari
1976. Dalam KTT ini dihasilkan dua dokumen penting ASEAN.
|
|
b. Bali Concord II
|
(2) merupakan wadah yang tepat bagi negara-negara
berkembang untuk memperjuangkan cita-citanya
|
|
c. Deklarasi ASEAN
Bali Concord I,.
|
(3) ketua sidang
Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974
|
|
d. Adam Malik
|
(4) berisi berbagai program yang akan menjadi kerangka
kerja sama ASEAN selanjutnya. Kerja sama ini meliputi bidang politik,
ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan
|
|
e.
KTT ASEAN pertama
|
(5) ditetapkan Komunitas ASEAN yang didasarkan atas tiga
pilar yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC), Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC),
dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASCC).
|
DOWNLOAD MATERI DAN LEMBAR KERJA
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar !